"Setiap tetes air mata dan senyuman bersamamu adalah puisi yang tak pernah selesai kutulis..."
Masih jelas di ingatanku, hari di mana tatapan kita pertama kali bertemu. Aku tidak pernah tahu bahwa sejak detik itu, hidupku tidak akan pernah sama lagi. Kamu hadir membawa secercah cahaya di saat duniaku sedang redup. Walau awalnya penuh keraguan, senyummu perlahan meyakinkanku bahwa ada cinta yang pantas untuk diperjuangkan.
Kita tidak selalu berjalan di jalan yang mulus. Ada hari-hari di mana ego kita saling bertabrakan, ada malam-malam yang dihabiskan dengan tangisan dan kesunyian. Tapi dari semua rasa sakit itu, aku belajar satu hal: seberat apapun ujiannya, aku lebih memilih menangis bersamamu daripada harus tertawa dengan orang lain. Terima kasih karena tidak pernah melepaskan genggamanmu saat badai datang.
Pernah ada waktu di mana aku merasa tidak pantas untukmu. Aku melihat semua kekuranganku dan berpikir kamu layak mendapatkan yang lebih baik. Tapi kamu menatap mataku, menghapus air mataku, dan berkata bahwa kamu mencintaiku tanpa syarat. Di saat aku menyerah pada diriku sendiri, kamu adalah satu-satunya alasan aku bertahan. Kamu adalah tempat pulangku yang paling damai.
Hari ini, melihat sejauh apa kita telah melangkah, hatiku dipenuhi rasa syukur yang tak terhingga. Semua luka, tawa, air mata, dan kebahagiaan telah membentuk kita menjadi sepasang manusia yang tak terpisahkan. Berjanjilah untuk selalu ada, karena aku tidak tahu bagaimana caranya melanjutkan hidup jika bukan kamu yang menemaniku menua. Aku mencintaimu, lebih dari apa pun yang bisa diucapkan oleh kata-kata.